
Sepertinya sudah cukup lama Penulis tidak menambahkan konten baru di blog ini. Dengan kelahiran anak pertama, waktu Penulis benar-benar terserap untuk mengurusnya. Dan benar saja, bahkan Penulis tidak punya waktu untuk bermain lagi, hanya curi-curi mobile game saja di waktu sebelum tidur 🫠
Tapi ya, akhirnya Penulis punya sedikit waktu luang lagi untuk… menulis? Dan pada kesempatan kali ini, Penulis akan membahas tentang perpanjangan SIM secara online. Sebenarnya cara ini sudah lama ada, tapi Penulis baru mencobanya, karena SIM Penulis baru akan mati tahun ini, hahaha.
Oke, langsung saja, jadi berikut tata caranya, setidaknya di tahun 2026.
Download Aplikasi Korlantas Digital
Langkah pertama adalah men-download aplikasi Korlantas Digital. Aplikasi ini sudah tersedia di App Store maupun Play Store, jadi apapun ponsel yang Anda gunakan, Anda bisa menjalankan proses ini.
Setelah selesai men-download, lakukan registrasi dengan mengikuti panduan yang ada. Jika sudah selesai, mari lanjut ke langkah berikutnya.
Memulai Proses Perpanjangan SIM
Langkah berikutnya adalah dengan memilih menu SIM di bagian Layanan Digital Korlantas Polri, kemudian pilih Perpanjangan SIM. Jika mau, Anda bisa membaca syarat dan ketentuan yang ada.
Nah, sebenarnya ada 6 tahapan yang perlu Anda lalui. Berikut detail dan biaya yang diperlukan (jika ada):
Langkah 1: Registrasi Identitas

Pada bagian ini, Anda diminta mengisi data diri Anda seperti nomor KTP, biodata, serta foto diri, KTP, dan SIM lama Anda, begitu juga foto tanda tangan Anda.
Untuk pas foto, pastikan bahwa latar belakang yang digunakan berwarna biru, karena Penulis sempat salah dan diperingatkan melalui aplikasi. Selebihnya, bagian ini seharusnya sudah cukup jelas tidak perlu penjelasan lebih lanjut.
Langkah 2: Tes Psikologi dan Kesehatan Jasmani

Langkah ini mewajibkan Anda untuk menggunakan aplikasi pihak ke-tiga, yaitu e-Rikkes untuk tes kesehatan, dan ePPsi untuk tes psikologi. Anda bisa meng-klik pada masing-masing kotak untuk mencari tahu bagaimana caranya serta biayanya. Kedua tes ini bersifat online dan sayangnya, keduanya hanya bisa diakses dari smartphone. Penulis sudah mencoba membukanya di Desktop maupun iPad, tapi tetap tidak terdeteksi.
Untuk e-Rikkes, pada saat artikel ini ditulis, tidak dikenakan biaya. Hanya saja Anda perlu mendaftar pada situs web e-rikkes (pastikan Anda menggunakan nomor identitas yang sama!).
Walaupun judulnya tes kesehatan, sepertinya e-Rikkes akan menjalankan tes secara online terlepas dari lokasi Anda, karena Penulis mendapati tulisan ini saat memilih tempat yang relatif ramai.

Oh ya, selain formulir yang menanyakan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan, Anda juga diminta untuk mengikuti tes buta warna. Setelah lulus, Anda bisa keluar, dan lanjut ke tes psikologi.

Sedangkan untuk tes psikologi, biayanya Rp 77.500 dan membutuhkan waktu yang lebih lama (sekitar 1,5 jam) karena soalnya sendiri cukup banyak. Pastikan Anda siap karena tes bagian ini cukup menguras mental Anda.

Jika Anda mengurus SIM A dan SIM C secara bersamaan, pastikan Anda memilih SIM A dan SIM C ketika ditanya agar data Anda bisa digunakan untuk keduanya. Jika tidak, Anda mungkin perlu membayar 2x untuk masing-masing jenis SIM.
Walaupun perpanjangan SIM A dan SIM C harus dilakukan secara terpisah, jika Anda memilih pilihan tadi, data tes Anda tetap bisa digunakan untuk keduanya.
Jika Anda sudah berhasil melalui kedua tes tersebut, silahkan klik “Cek Kelengkapan Data”, dan seharusnya akan menjadi tanda centang seperti gambar di awal bagian ini.
Langkah 3: Pemilihan Lokasi Satpas Penerbit SIM

Di bagian ini, Anda diminta memilih lokasi Satpas penerbitan SIM Anda. Sebaiknya Anda memilih lokasi yang paling dekat dengan Anda.
Langkah 4: Rekening Pengembalian

Pada bagian ini, Anda diminta untuk mengisi nomor rekening bank Anda, jika seandainya permohonan SIM Anda ditolak dengan alasan apapun. Anda bisa mempelajari lebih lanjut dengan meng-klik tombol Tentang Rekening Pengembalian.
Langkah 5: Pengiriman / Pengambilan

Di sini, Anda diminta untuk memilih apakah SIM baru Anda ingin dikirim, diambil sendiri atau diwakilkan pengambilannya di Satpas. Pengiriman akan menggunakan Pos Indonesia, namun sayangnya di kasus Penulis, entah mengapa alamat tidak terdeteksi, dan tidak muncul jenis pengiriman yang tersedia. Hingga akhirnya dengan terpaksa, Penulis harus memilih untuk mengambil sendiri.
Langkah 6: Konfirmasi Data dan Pembayaran

Ini adalah langkah terakhir untuk memastikan bahwa semua data yang Anda isi sudah benar. Jika semuanya sudah sesuai, silahkan klik lanjutkan, dan Anda akan diminta untuk melakukan pembayaran.
Sayangnya, pada saat penulisan artikel ini, metode pembayaran yang tersedia hanya Virtual Account BNI. Biaya pengurusan SIM Penulis pada saat itu adalah sebagai berikut:
- SIM A: Rp105.000
- SIM C: Rp100.000

Biaya di atas belum termasuk ongkos kirim dan biaya transfer jika Anda tidak menggunakan rekening BNI.
Nah, jika semuanya sudah selesai, pada menu Transaksi akan muncul permohonan Anda, beserta dengan statusnya. Sayangnya, tidak ada kepastian berapa lama proses perpanjangan ini. Penulis mendaftarkan pada tanggal 17 Maret 2026, tepat sebelum libur panjang Lebaran, dan SIM Penulis selesai pada tanggal 7 April 2026. Mengingat ada libur panjang Lebaran, sebenarnya prosesnya tidak terlalu lama menurut Penulis. Pastikan saja Anda mendaftar sekitar 1-2 bulan sebelum SIM lama Anda habis masa berlakunya untuk jaga-jaga saja.

Oke, demikianlah sharing singkat ini. Semoga bermanfaat, terutama bagi Anda yang tidak punya waktu untuk mengurus perpanjangan SIM secara langsung (yah, semua kelas pekerja seperti Penulis juga). Secara umum, proses ini sudah sangat membantu, tapi seperti kebanyakan aplikasi buatan Pemerintah pada umumnya, kita perlu sedikit bersabar dalam mengoperasikannya.
Seperti biasa, jika Anda punya pertanyaan, jangan segan untuk menanyakannya di kolom komentar di bawah. Akhir kata, terima kasih telah berkunjung, dan sampai jumpa di artikel berikutnya!



